KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
236. Innosensius X (1644-1655)
Innosensius lahir di Roma pada 7 Mei 1574. Dulu ia bernama Yohanes Pembaptis Pamphili. Terpilih menjadi pada 4 Oktober 1644. Segera setelah terpilih, ia mngadili keluarga Barbareni karena penyelewengan yang dilakuakn pada masa Paus Urbanus VIII, namun segere mengabaikannya karena takut atas pembalasan dendam dari orang Perancis yang merupakan sahabat-sahabat mereka. Ia mendukung orang Venesia dalam pertempuran melawan orang Turki dan mengakhiri Perang Tiga Puluh Tahun dengan kemenangan Negara-negara Protestan. Atas desakan 80 kardinal Perancis, ia sekali lagi mengutuk doktrin Jansenisme tentang rahmat dan predestinasi. Ada seorang wanita yang menguasai kancah Romawi saat itu, yaitu Olimpia Maidalchini, saudara ipar paus, orangnya ambius, tamak dan licik, ia menguasai seluruh kehidupan social politik di Roma dengan menjadi sosok yang penting dalam Kuria. Dari tempat yang menguntungkan itu, ia mengendalikan rakyat dan percaturan dengan semaunya, memprovokasi banyak insiden dan menyebabkan ketidaksenangan paus yang selalu memberinya perlindungan. Dengan cerdas, terbuka dan peka, ia menanggung segala cobaan yang dialami oleh mereka yang paling tidak beruntung dan menderita. Ia membangun penjara-penjara baru yang lebih manusiawi, yang tidak biasa pada jaman itu. Ia menulis surat kepada Tsar Alexi di Rusia memberitahukan penyebab perbudakan dan menuntut pengembalian hak-hak mereka.
Bernini, Borromini dan para seniman terpandang lainnya menciptakan karya agung dan terkenal untuk dia, termasuk latar belakang barok dari Piazza Navona dan mengerjakan kemabli bagian dalam dari Basilika St. Yohanes Lateran dan Villa Pamphili di Bukit Janiculum. Konon diceritakan bahwa ketika ia wafat pada 5 Januari 1655, jenasahnya ditinggalkan begitu saja selama tiga hari dan tidak seorangpun bersedia memakamkannya kecuali beberapa pekerja yang mengatur jenasah dan yang berjaga di situ. Baru beberapa hari kemudian, kaum kerabatnya melakukan pemakaman. Olimpia yang paling dicintainya pun tidak berbuat apa-apa.
|